Rabu, 13 Maret 2013

Sinopsis Novel Negeri Lima Menara


Novel Negeri Lima Menara

Nah, berikut adalah Sinopsis Novel Negeri 5 Menara yang dikutip dari negeri5menara.com :

Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau.

Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok.

Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan “mantera” sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses.

Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.

Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar.

Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi
.

Contoh Drama Kerajaan Singosari


Contoh Naskah Drama Kerajaan Singosari

Saya sering membuka blog-blog yang ada,mengutak atik "mbah google" demi sebuah tugas yang membutuhkan perjuangan. Saya sering mencarii contoh naskah drama, namun sering kali saya dapati hanya blog yang tidak sesuai dengan harapan saya . silahkan di baca ^_^

Ini contoh naskah drama kerajaan singosari yang singkat dan sederhana.

 Suatu harii dikala Ken Arok tengah berada di istana kerajaan tumapel ia melihat sesosok wanita yang cantik Ken Arok tidak sengaja melihat betis dari wanita tersebut yang konon mengeluarkan sinar atau cahaya
Kisah ini kemudian ia ceritakan kepada Dhang Hyang Lohgawe 

ken arok  = aku ingin menyampaikan sesuatu kepadamu Dhang Hyang Lohgawe  ???

 Dhang Hyang Lohgawe= ceritalah wahai ken arok

ken arok  = aku melihat wanita yang cantik dan kulitnya mengeluarkan cahaya,dan cantiknya itu tiada taranya di dunia ini.. jadi bagaimana menurutmu Dhang Hyang Lohgawe   
                          
 Dhang Hyang Lohgawe=  menurutku wanita dengan tanda seperti itu disebut Nareswari. Ia    adalah   wanita utama, ratu dari semua wanita Meskipun seorang pria papa dan dina, jika beristri wanita semacam ini maka pria tersebut tentu akan bisa menjadi raja atau orang yang tinggi jabatnnya.

Mendengar perkataan dari Dhang Hyang Lohgawe ,ken arok semakin bertekad untuk memperistri ken dedes termaksud bila harus membunuh tunggul ametung..
 maka berangkatlah ken arok menuju tempat tinggal Empu gandring, seorang empu pembuat keris yang sangat termasyur. Dengan keris buatan empu gandring ini Ken Arok bermaksud membunuh Tunggul Ametung.

Ken arok = Ki Empu, tolong buatkanlah saya sebuah keris yang ampuh. Saya harapkan bisa selesai  dalam waktu lima bulan. Harap diperhatikan, Ki, agar keris itu dapat selesai.

Empu Gandring = Kalau kamu menghendaki yang baik, seharusnya dalam satu tahun. Kalau dalam lima bulan belumlah cukup.”

Ken Arok = Pengukiran keris itu terserah saja bagaimana bentuk serta coraknya. Saya tidak peduli masalah janji, pkoknya dalam lima bulan harus selesai.

Lima bulan kemudian ....
maka Ken Arok pun teringat akan janjinya, yakni akan pesana keris tersebut kepada Empu Gandring. Ken arok= ini sudah lima bulan ,,saatnya aku mengambil pesanan keris ituu
( Empu gandring pada waktu itu sedang mengukir keris.)

Ken Arok (perlahan bicara) =Ki, sudah selesaikah keris pesanan saya itu?                                            

 Empu gandring=( menjawab pula dengan halus ) duh kaki. Kerismu itu justru yang sedang kukikir ini.

” Ketika mendengar jawaban tersebut, Ken Arok menjadi tak senang hati dan bersikap kurang sopan
Ken Arok melihat kerisnya yang sedang di kikir (diperhalus). Keris diberikan oleh Empu gandring, diterima oleh Ken Arok dan diamat-amati. Serentak sadar bahwa kerisnya belum selesai, maka Ken Arok marah.

 Ken arok = ini keris belum rampung!Bukanlah saya sudah berkali-kali berpesan. Tak ada gunanya saya berkata kalu begini kenyataannya, Ki. Terlalu sekali kau ini, Ki. Masakan mengikir pun sampai lima bulan masih juga belum selesai. Benar-benar mengacuhkan pesanku, kau Empu Gandring!”( Ken Arok pun mengamuk membabi buta).
Epu Gandring di tusuknya dengan keris bikinan sang empu itu sendiri. Segera sang empu gandring pingsan. KenArok keterlanjuran menurutkan api amarah. Keris disabetkan di lumpang tempat kikiran
Lumpang yang terbuat dari batu itu terbelah jadi dua. Setelah itu keris disabetkan kearah paron (alas untuk menempa besi). Paron pun pecah berkepingan. Setelah itu terdengarlah suara

 Empu Gandring= Ken Arok, besok kau sendiri pun akan mati oleh keris itu juga. Anak dan cucu-cucumu, tujuh orang raja akan meninggal pula dengan senjata yang sama.”
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, mak Empu gandring segera meninggal. Ken Arok sangat menyesal dengan kematian Empu gandring. Tuah keris empu gandring ternyata terbukti sakti. Buktinya, keris ini berhasil membunuh Tunggul ametung, Ken arok sendiri, dan keturunannya. Sehingga tepat seperti sumpah Empu gandring bahwa kerisnya membunuh tujuh orang raja.
Ken arok pun segera melancarkan rencana.y  yaitu membunuh tunggul ametung agar dapat memperistrikan ken dedes 

kebo ijo= dimana engkauu mendapatkan keris ini ken arok ?? aku sangat menyukainya.. 

ken arok = apa kau ingin meminjamnya buto ijo ??

kebo ijo = yah ,tentu saja jika engkau bersedia,aku janji akan membawanya kemanapun aku pergii. Sungguh aku menyukai keris mu ini ken arok

kebo ijo pun sering memakai keris tersebut dan membawanya kemana-mana
dan hal tersebut menjadi siasat dari ken arok Bagi Ken Arok sendiri, peminjaman keris itu adalah sebagai siasat agar nanti yang dituduh oleh publik Tumapel adalah Kebo Ijo dalam kasus pembunuhan yang dirancang sendiri oleh Ken Arok. Siasatnya berhasil dan hampir seluruh publik Tumapel termasuk beberapa pejabat percaya bahwa Kebo Ijo adalah tersangka pembunuhan Tunggul Ametung. Ken Arok yang saat itu adalah orang kepercayaan Tunggul Ametung langsung membunuh Kebo Ijo yang konon, dengan keris pusaka itu.
ken arok= dengan begitu aku dengan mudahnya dapat melancarkan siasaatku .. waktunya hampir tibaa untuk membunuh tunggul ametung

suatu harii 

tunggul ametung= ken arok

ken arok = yang mulia .. (menunduk)

 tunggul ametung= kau adalah salah satu orang kepercayaaknku ken arokk..terima kasih untuk hal ituu

ken arok = paduka raja ,tidak perlu mengatakan hal tersebut,,itu memang sudah tugas hambaa 

(ken arok siap2 untuk mengeluarkan keris.y tersebut).dan ken arok lalu menusukkan keris tersebut ke tunggul ametung,dan akhirnya tunggul ametung pun meninggal
diwaktu lain kerajaan menemukan sebuah keris yang sengaja di tinggalkan begitu saja di tempat dimana tunggul ametung wafat. Saat itu pulahlah kebo ijo di tuduh membunuh raja,krn selama ini dialah yang memakai keris tersebut

dewan kerajaan= hahh ternyata engkaulah yang telah membunuh raja..kebo  ijo
ken arok  dengan acting.y lalu membunuh kebo ijo dengan keris itu sendiri,ken arok marah(gag perlu di baca ma narator )

dan akhirnya keinginan ken arok pun terkabul,ken arok akhirnya dapat memperistri ken dedes dan juga menaklukkan seluruh daerah kediri dan menganti nama.y menjadi kerajaan singosari 

ken arok = akhirnya aku menjadi raja juga (hahhahaha)

setelah berselang 5 tahun kemudian ,anak dari tunggul ametung dan ken dedes mengetahui hal yang sebenarnya

ken dedes = ketahuilah anakku.. ayahmu meninggal di bunuh oleh ken arok 

anusapati = apa !!! (marahh).. kurang ajar diaa... aku janji akan membunuhnyaa ibu... (geramm)

ken dedes= anakku janganlah engkau bertindak ceroboh sabarlah engkau anakku (di belaii)

Pada saat menyendiri di kamar pusaka kerajaan, Ken Arok mengamati pusaka kerajaan yang dimilikinya. Salah satu pusaka yang dimilikinya adalah keris tanpa sarung buatan Mpu Gandring yang dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. Melihat ceceran darah pada keris tersebut, ia merasa ketakutan terlebih lebih terdengar  suara ghaib dari dalam keris tersebut yang meminta tumbal. Ia ingat kutukan Mpu Gandring yang dibunuhnya, dan serta merta mebantingnya ke tanah sampai hancur berkeping-keping. Ia bermaksud memusnahkannya. Namun ternyata keris tersebut melayang dan menghilang. Sementara Anusapati dan Ki Pengalasan merancang pembunuhan tersebut, tiba-tiba keris tersebut berada di tangan Anusapati. Anusapati menyerahkan keris kepada Ki Pengalasan yang menurut bahasa sekarang, bertugas sebagai “eksekutor” terhadap Ken Arok. Tugas itu dilaksanakannya, dan untuk menghilangkan jejak, Anusapati membunuh Ki Pengalasan dengan keris itu.

ken arok = ada apa inii .. aku harap kutukan itu tidak benar.. aku harapp tidak benarr (cemas)
Rasa geram dari anusapatii tidak bisa di hindarkan ia kemudian bertekad untuk membunuh ken arok.. Ia bermaksud untuk menemui ken arok

anusapati = apa ituu ???( melihat ke keris dan mengambilnya).. aku gunakan saja benda ini untuk membunuh ken arok  yg biadab itu

Anusapati bertemu dengan ken arok (kaget melihat keris itu di pegang oleh anusapati

Anusapati= biadab kau ken arokk.. beraninya kau membunuh ayahku sendirii
Ken arok =apa maksud yang kau bicarakan anakku ??

Anusapati= tanpa basa-basi langsung membunuh ken arok dengan keris tersebut


Akhirnya anusapati menjadi seorang raja dan menggantikan ken arok.. namun sayangnya anusapati gemar melakukan sabung ayamm dan berhura-huraa. Namun kekuasaan anusapati berjalan dengan singkat saja
Suatu harii

Tohjaya=(meremas tangan.y) kurang ajarr beraninya dia membunuh ayahkuu... aku harus menuntut balas terhadapnya hutang di bayar hutang nyawa di  bayar  nyawa.. (geram)
Tohjaya mengadakan acara Sabung Ayam kerajaan yang sangat digemari Anusapati. Ketika Anusapati lengah, Tohjaya mengambil keris Mpu Gandring tersebut dan langsung membunuhnya di tempat. Tohjaya membunuhnya berdasarkan hukuman dimana Anusapati diyakini membunuh Ken Arok. Setelah membunuh Anusapati, Tohjaya mengangkat dirinya sebagai raja menggantikan Anusapati

Tohjaya= ini adalah balasan atas apa yang telah engkau lakukan kepada ayahkuu ..terimalah pembalasan darikuu 

Tohjaya sendiri tidak lama memerintah. Muncul berbagai ketidak puasan baik dikalangan rakyat dan bahkan kalangan elit istana yang merupakan keluarganya dan saudaranya sendiri, diantaranya Mahisa Campaka dan Dyah Lembu Tal. Ketidakpuasan dan intrik istana ini akhirnya berkobar menjadi peperangan yang menyebabkan tewasnya Tohjaya. Setelah keadaan berhasil dikuasai, tahta kerajaan akhirnya dilanjutkan oleh Ranggawuni yang memerintah cukup lama dan dikatakan adalah masa damai kerajaan Singashari.lalu raja berikutnya bernama kertajaya selama ia memimpin dan merupakan raja terbesar di kerajaan singosari.

Cgord guitar A7X - So Far Away


A7X – So far away

Em
Never been for anything
Em
Never chained but never free
  G                D      
I lied to heal the broken love
     Bm          C   
With all that it could

Em
Live the life so endlessly
Em
Saw beyond what others see
  G                  D
I tried to heal your broken heart
     Bm         C
With all that I could

C
Will you stay
D
Will you stay away forever?

Em                        G
How do I live without the ones I love?
Am                                Em         D 
Time still turns the pages of the book, it's burnt
Em                  G
Facing times always on my mind
  Am                                C    D
I have so much to say but you're so far away

Em
Means a war of futures hold
Em
Foolish lies of grown and old
    G              D
And seems we're so invincible
    Bm          C
The truth is so cold

Em
A final song, a last request
Em
A perfect chapter laid to rest
G              D
Now and then I try to find
    Bm          C
The place in my mind

C
Where you can stay?
D
You can stay awake forever!

Em                        G
How do I live without the ones I love?
Am                                Em         D
Time still turns the pages of the book, it's burnt
Em                  G
Facing times always on my mind
  Am                                C     D
I have so much to say but you're so far away


E
Sleep tight
     C
I'm not on pray
    Am                    Em
The ones that we love are here with me

E
Lay away
  C
A place for me
          D
'Cause as soon as I'm done
           C
I'll be on my way
    D
To live eternally

(solo) E  C  Am  Em
       E  C  D  C  D

Em                        G
How do I live without the ones I love?
Am                                Em         D
Time still turns the pages of the book, it's burnt
Em                  G
Facing times always on my mind
        Am
And the light you let remains
          C         D
But it so hard to stay
      Am                                C     D    Em
And I have so much to say and you're so far away

(solo- 3:30 2x) Em  D  Am  G  D/F#  Em  D  C

(solo) Em  D  Am  G  D/F#  Em  D  C (2x)
       Em  D  C

Em
I love you
D
You were ready
Am         G       D/F#   Em   D   C
The pain stroke in dark spines
Em
But I see you
D
An it lets me
Am           G       D/F#     Em    D    C
Your pain is gone on hands of time

Em D     C   Em         D             C
So far away      (And I need you to know)
Em D     C   Em         D                    C
So far away      (And I need you to need you to know)

Jumat, 05 Oktober 2012

Pinochio


Pinocchio
                Once upon the time, there lived an old carpenter named Geppeto. One day, he carved a puppet in the shape of a little boy and named him Pinocchio. “ How I wish this boy was real! ” he said longingly.
                A kind fairy who was passing by heard Gepato’s words. That night, she sprinkled some magic dust on the puppet and brought Pinocchio to life. “ But remember, ” she told the boy, “ if you want to be a real boy, you must always be good and make your father, Gepato, proud. “
                Geppeto loved Pinocchio dearly. He bought books for Pinocchio and sent him to school so that he would become a very clever boy.
                But Pinocchio was quite naughty. He and his friend used to skip school to play and have fun all the time. When Gepatto found out, he was very angry. “ Did you miss school ? “  he asked.
                Naughty Pinocchio refused to tell the truth. “ No father, I was in school all day! “ he lied. Immediately, his wooden nose started to grow long!. “ Are you telling a lie? “ Geppeto asked with a frown. “No father!” he replied and his nose grew longer again.
                In fact, every time Pinocchio told a lie, his nose became longer and longer. Every time, Geppeto’s friend, the woodpecker had to peck the boy’s nose to its actual size. And every time, Pinocchio used to promise to be a good boy next time.
                But Pinocchio soon forgot his promises. He thought, “School is no fun at all. I Don’t want to study anymore. I want to have grand adventures!” So, Pinocchio and his friends ran away from home and joined a circus.
                However, Pinocchio soon realised that circus life was not fun at all. He worked all day and he missed Geppeto terribly. Plus, because he had stopped going to school, he had grown two large donkey ears. Poor Pinocchio!
                Then one day, he heard terrible news. Geppeto, who had been searching everywhere for his son, had been swallowed up by a huge whale! Immediately, Pinocchio set off to try to save this father.
                Finally, Pinocchio found the whale. But as soon as the whale saw him, It swallowed him up as well! Inside the whale’s belly, who do you think he saw? It was Geppeto! How happy they were to see each other!
                “I have a plan to get out.” Said Pinocchio, and began tickling the whale’s stomach. As soon as the whale opened its mouth and gave a big sneeze, Pinocchio and Geppeto shot out!.
                Pinocchio and Geppeto finally reached home safely. The fairy was so pleased with Pinocchio’s bravery that she decided to make him into a real flesh and blood boy. From that day, he was a very good boy who never missed school again, and the father and son lived happily ever after.

Jangan Jajan Sembarangan


JANGAN JAJAN SEMBARANGAN

Teman-teman, pernahkah kamu mendengar pepatah yang mengatakan ada gula ada semut? Pepatah itu kira- kira bermakna jika ada sesuatu yang menarik, orang akan datang. Pepatah ini mungkin dapat di terapkan juga pada kebiasaan kita jajan di pinggir jalanan. Jika ada pedagang di sekolah, akan terlihat kerumunan teman-teman kita,baik sebelum masuk sekolah maupun setelah pulang dari sekolah. Bahkan, ada siswa yang baru datang ke sekolah langsung mendatangi pedagang itu tanpa menyimpan dahulu peralatan sekolah. Jadi kalau tidak ikut berkerumun untuk jajan di pinggir jalan, ada perasaan kurang pada diri teman-teman.

Di rumah, ibu sudah bersusah payah menyediakan makanan untuk teman-teman, tetapi teman-teman tidak memakannya dengan alasan takut terlambat tiba di sekolah. Setelah tiba di sekolah teman-teman tidak masuk kelas, tetapi jajan dahulu di pinggir jalan.

Sebenarnya, jajan di pinggir jalan itu boleh-boleh saja, tetapi kita harus hati-hati. Kebersihan di tempat  itu belum terjamin. Kita harus memperhatikan kebersihan cara  pembuatan, penyajian, tempat berjualan, maupun kebersihan dari pedagang sendiri.


Kebersihan cara pembuatannya antara lain antara lain dengan memperhatikan bahan-bahan dan air yang digunakan untuk membuat makanan atau minuman. Misalnya, untuk membuat minuman berupa sirup atau es matang atau tidak. Kalau yang digunakan air matang dan bersih tidak jadi masalah. Akan tetapi, bagaimana air yang dipakai itu tidak dimasak hingga matang atau bahkan tidak dijerang dahulu? Teman-teman pasti tidak tahu sebab teman-teman langsung saja membeli sirup itu tanpa pernah menanyakannya kepada
pedagang tersebut. Tentu saja ini berbahaya karena dapat membuat teman-teman sakit.

            Cara penyajian yang dimaksud adalah jajanan yang dijual di pinggir jalan itu di tutup atau tidak. Jangan-jangan jajanan tersebut tidak ditutup sehingga mengundang lalat-lalat yang membawa bibit penyakit untuk hinggap pada jajanan tersebut. Selain itu, debu-debu yang berasal dari kendaraan-kendaraan yang lewat juga dapat ditempel pada jajanan tersebut. Hal ini tentu saja dapat berbahaya sebab lalat atau debu yang menempel pada jajanan itu bisa mengakibatkan penyakit diare.

            Selain itu, kebersihan pedagang juga harus diperhatikan. Misalnya, ada kuku-kuku jari tangannya kotor atau tidak. Ketika membeli jajanan dipinggir jalan, kita perlu juga melihat tempat pedagang itu berjualan. Kadang-kadang pedagang itu berjualan di dekat-dekat dengan selokan-selokan koyaor yang airnya tidak mengalir. Pada tempat kotor-kotor seperti itu, lalat suka bersarang. Makanan yang dihinggapi lalat tidak baik untuk di konsumsi.

            Teman-teman juga jangan terlalu tergiur oleh jajanan yang memiliki warna-warna yang mencolok, misalnya mangga yang berwarna kuning, kerupuk yang berwarna merah dan hijau, atau arumanis yang berwarna jingga.Mamang kalau kita lihat, jajanan denagn warna-warna  seperti itu sangat mengundang selera kita untuk mencicipinya. Mungkin saja takaran zat perwarna yang digunakan untuk mewarnai makanan. Akan tetapi, kita harus dapat sedikit Manahan keinginan tersebut tidak sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah. Pewarna itu bahkan mungkin tidak boleh digunakan untuk mewarnai makanan, tetapi pedagang tersebut tidak mengetahuinya. Tentu saja hal ini dapat membahayakan kesehatan kita.

            Namun, tidak semua jajanan yang dijual di pinggir jajanan itu dapat membahayakan kesehatan kita seperti yang telah diceritakan tadi. Ada juga pedagang yang sangat memerhatikan da menjaga kebersihan dagangannyal.

            Nah teman-teman itulah sedikit informasi mengenai jajan di pinggir jalan. Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna. Hal yang trpenting, teman-teman berhati-hati jikja akan membeli jajanan di pinggir jalan itu. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews